POTENSI PARIWISATA DI BENDUNGAN SUMI, Lambu Kab. Bima

Posted on Posted in Bima

 

Tulisan oleh : Ariansyah Syarbini

Namanya “Bendungan Sumi”, meskipun secara administrasi tidak terletak di Desa Sumi, melainkan di Desa Mangge Kec. Lambu Kab. Bima. Bendungan Sumi sudah dibuat puluhan tahun yang lalu, mungkin sekitar tahun 1998 atau 1999. Fungsi utamanya seperti fungsi bendungan pada umumnya, menampung dan menyediakan air bagi lahan pertanian di daerah sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, fungi Bendungan Sumi tidak pernah berubah. Yang berubah sekarang adalah diperbaikinya fasilitas jalan raya lingkar selatan yang melewati Bendungan Sumi oleh pemerintah daerah. Jika dahulu jalan raya menuju bendungan Sumi rusak parah, sekarang tinggal hitungan hari jalan raya tersebut sudah selesai dikerjakan.

Adanya akses jalan raya yang baik menuju bendungan Sumi ini akan sangat mempermudah dan memperbanyak angka kunjungan masyarakat ke bendungan Sumi. Terlebih lagi, bendungan Sumi sendiri menyimpan banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal, selain fungsi utamanya sebagai bendungan. Keindahan dan keasrian alamnya yang masih terjaga, debit airnya yang selalu tinggi, fasilitas dasar wisata seperti gajebo dan musholla yang sudah tersedia, menjadikan bendungan Sumi yang tadinya jarang dilirik menjadi destinasi wisata menjadi sangat menarik untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata “baru” di kecamatan Lambu.

Melihat trend masyarakat yang suka mencari dan mengunjungi destinasi wisata baru dan viral, tidak bisa dipungkiri, suka tidak suka, mau tidak mau, siap tidak siap, bendungan Sumi pasti akan menjadi primadona baru wisata “viral” di kabupaten Bima.

Lalu apa selanjutnya???

Lagi-lagi harus saya katakan, pemerintah khususnya dinas pariwisata, tidak boleh berdiam diri menunggu gerakan dari bawah untuk mulai memanfaatkan potensi ini. Pemerintah bersama warga masyarakat desa Mangge harus SEGERA menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menyambut luapan manusia yang akan datang berwisata ke bendungan Sumi. Setidaknya, sebagai langkah awal harus ada seseorang yang bergerak merubah mindset pemuda setempat, memberi mereka pemahaman tentang manfaat adanya kegiatan pariwisata di desa mereka.

Baiklah. Anggap saja langkah awal tersebut sudah dilakukan oleh seseorang. Dan hasilnya, Pemuda setempat sudah terbuka pikirannya dan sangat setuju jika kegiatan tersebut benar-benar dilaksanakan di desa mereka. Mereka juga siap melibatkan diri dalam kegiatan apapun yang bertujuan membangun desa mereka.

Lalu selanjutnya apa???

Bersambung…

Tulisan ini saya repost dari tulisan asli beliau,

Harapan kami sebagai dou mbojo memang perkembangan pariwisata di wilayah Bima harus mendapat perhatian lebih dari masyarakat, lebih-lebih Dinas pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*