Photography

Foto Portrait Dengan Bulan Raksasa pada Panjang Fokal 1120mm f64

Pernah gk sih kita berpikir, kok bisa ya orang-orang foto bulan dengan ukuran raksasa menggunakan lensa Tele Zoom namun masih bisa mendapatkan landscape atau potrait foreground nya tampa melakukan editin di post processing. yup, kali ini kita akan mebahas gimana itu, kok bisa.

Seorang fotografer yang bernama Eric Pare  baru saja mengunggah foto yang menakjubkan yang menampilkan model yang sedang duduk di sebelah Bulan dengan ukuran raksasa tersebut. Foto tersebut bukanlah foto manipulasi atau yang sudah di edit di post processing step, namun benar-benar fresh dari kamera yang di foto, ia menggunakan lensa dengan panjang fokal 1120mm, kok bisa?, emang ada lensa seTele itu?, ya bisa diakali dengan konferter Tele .

Pare melakukan foto menggunakan kamera Canon 5D Mark IV dengan lensa tele Canon EF 400mm f5,6 dengan tambahan Canon Tele Converter Extender 2x Mark II, dan juga dipasang Canon Extender 1.4x , nah dari panjang fokal lensa ditambah dengan 2x extender + 1,4x extender juga sehingga menghasilkan panjang fokal 1120mm.

Untuk mendapatkan gambar dengan perspektif yang sesuai, fotografer ini menempatkan model pada ujung bukit yang lain, hahaha.. jauh pokoknya. sehingga pada panjang fokal 1120mm tersebut Bulan akan terlihat besar, dan si Model ini akan tepat pada posisi samping nya bulan, dimana lensa yang sudah fix tampa zoom tersebut mengharuskan fotografer menentukan posisi jarak yang tepat karena tidak bisa di zoom in/out untuk mendapatkan komposisi yang tepat.

“It turned out to be much easier than expected,” Pare says. “During the shooting, I realized that I was able to step down the aperture to f/64 by using the extenders. This gave me a very dirty low-quality image, but the fact that the moon and Kim were quite in focus was very mind-boggling.”

yups, dengan menggunakan 2x extender + 1,4x extender lagi, otomatis lensa yang maximal aperture nya di f22 kini membengkan menjadi f64, artinya akan sangat sedikit cahaya yang masuk melewati lensa dan dof yang lebar namun menghasilkan gambar yang tajam dari sisi ke sisi.

Saya sendiri sih belum pernah mencoba teknik ini karena keterbatasan alat, seperti lensa dengan panjang fokal segitu. tapi suatu saat nanti deh , semoga keturutan, amin. yang penting udah punya teori.

di bawah ini adalah video proses pemotretan yang dilakukan oleh Pare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *